Tampilkan postingan dengan label Ungkapan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ungkapan Hati. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 Mei 2012 1 komentar

tag : master of math (SMART)

Pernah,
Sebelum kita benar-benar dekat
Telah tersirat rasa yang merekat. melekat
Di hatiku

Dan ini dariku,
Yang dulu pernah kau panggil
Yang dulu pernah memanggil ( mu )
Sayang.

Pernah,
Aku memperhatikanmu
Tidak begitu lekat
Tapi cukup memikat

Ketika kamu sibuk bergelut dengan foto copy soal-soal
Dan cara jawabnya yang suka menggoncang otakku
Terkadang tanpa sadar aku memperhatikanmu
Memperhatikan caramu berhitung
Memperhatikan caramu bertanya
Memperhatikan caramu bersuara
Memperhatikan caramu menjawab
Memperhatikan apa yang gadis lain perhatikan darimu
Sesuatu yang tidak pernah kamu tau. Atau berpura tidak tau

Sabtu, 12 Mei 2012 0 komentar

Aku Adalah Orang Yang Sama

Aku adalah orang yang sama yang mencintaimu seperti dulu. Aku juga mencintaimu dengan cara yang sama seperti setahun lalu. Menunggumu, dengan kecanggungan mengontakmu terlebih dahulu. Cinta kali ini bukan cinta yang baru agaknya, hanya cinta yang dulu, yang terbangun karena sesuatu darimu yang membangunkan cinta itu. Atau mungkin aku memang selalu mencintaimu ?

Aku adalah orang yang sama yang mencintaimu dengan segala kesamaan yang dimiliki hatiku. Aku hanya meneruskan apa yang ada dan telah ada sebelum kesakitan ini menjalari tubuhku, walaupun aku lebih sering berfikir untuk melupakanmu, tetap saja yang kuteruskan adalah mencintaimu.
Jumat, 11 Mei 2012 0 komentar

Untuk Yang Telah Hilang

Amalia, 11 Mei 2012
Di malam kelabu yang menghempaskan segala rindu
yang merotasikan segala kenangan yang telah berlalu.



Tiada lagi namamu dalam inbox ponsel hitamku. Tiada lagi 300 pesan lebih yang kuhapus setiap harinya. Pulsaku selalu ingin meluap tanpa adanya guna untuk membalas pesan darimu. Jariku mulai kram karena tak bisa lagi memencet tombol keyboard ponsel untuk membalas pesanmu (tentunya). Hariku berantakan tanpa adanya kamu yang mengirim pesan hanya untuk membangunkanku, hanya agar aku membuka mata, kemudian belajar.

Tiada lagi pesan-pesan centil darimu yang menggelitik sampai dasar hatiku. Semuanya hilang, pergi. Seperti dilalap api. Mungkin saja enggan kembali. Hanya hari-hariku yang kembali seperti semula, hari-hari tanpamu. Hambar. Bahkan terlampau hambar. Sedikit pahit.
Hanya pesan-pesan iseng yang melengos dengan sender yang tak pernah kuanggap penting. Tak pernah.

Di setiap aku membuka mata, aku selalu berharap bahwa kemarin adalah mimpi. Mimpi buruk yang tak pernah terjadi dan tak boleh diungkit kembali. Tapi, sayang bukan itu yang terjadi.
Yang terjadi adalah rinduku semakin menjadi. Aku semakin frustasi.

Setiap setelah aku menyibak selimutku, aku selalu mengecek keadaan mataku. Bengkak-merah-berkantung selalu seperti itu. Aku tau, menangisimu semalaman memang tidak baik. Tapi itu bukan pilihan. Aku tidak bisa memilih.
Sabtu, 28 April 2012 0 komentar

Hujan & Kamu

Aku selalu mengingatmu ketika gerimis mulai merintik kecil, kemudian rintik kecil itu berangsur merapat dan menderas dan berdenting dengan genting yang kemudian menimbulkan harmonisasi tersendiri di telingaku, seperti getaran gema suaramu yang terrekam dengan jernih di telingaku.

Saat seperti itulah saat dimana aku dapat menatap dan merasakanmu dari balik tirai dan kaca jendela melalu bulir-bulir air hujan yang menitik di tanah yang mulai basah. Dan ketika waktu itu telah datang, ketika itu pula terkadang aku mulai berangan jika lengan hangatmu memelukku, dan aku bersandar pada dada bidangmu yang  menenangkan.
Senin, 20 Juni 2011 0 komentar

Tentang Ungkapan Hatiku

Setiap aku membayangkan memelukmu
Kenapa ada yang pelan - pelan menangis dalam pikiranku ?

Setiap aku merindukanmu
Kenapa ada yang menggores didahan hatiku ?

Setiap aku menambah deposit cintaku
Kenapa ada yang membuat ragu ?
 
;